Penerbitan Buku : Arsyad Indradi Melakoni Tradisi Ribuan Tahun

Esai:  A.Kohar Ibrahim


FACE Book. Medio Oktober 2009, Batam,  aku terima kiriman buku dari  Banjarbaru Kalsel. Kongkretnya 5 buku hasil aktivitas-kreativitas seniman penulis penyair Arsyad Indradi, kelahiran Barabai 31 Desember 1949 dan yang  mendapat julukan:  Penyair Gila.

“Gila memang,” kesanku begitu, dalam makna memaknai ke-luar-biasa-annya.  Aku amat terkesankan oleh fakta fenomenal. Bahwa dalam millennium ketiga ini, di Nusantara, ada seorang penulis yang sedemikian rupa idealismenya demi melestarikan bukti kepenulisan diri sendiri maupun orang lain. Demi membuktikan sumbangannya bagi kekayaan kesusastraan Indonesia dan Dunia. Baca lebih lanjut

Iklan

Suara Hati Sanubari Penyair

(Sobron & Asahan Aidit)

Catatan dari Brussel (23)

A. Kohar Ibrahim

DALAM kumpulan tulisan bersama “Ziarah” tiga bersaudara Aidit, hanya termuat cerita cerita pendek Sobron Aidit. Karena memang Sobron itu yang terutama dikenal sebagai prosais. Namun selain itu dia juga dikenal sebagai penyair. Terbuktikan sejak awal tahun 50-an abad lalu dengan sajak-sajaknya yang termuat dalam kusajak “Ketemu di Jalan”. Suatu kumpulan sajak bersama dua sahabatnya sesama penyair: Ajip Rosidi dan SM Ardan, terbitan Balai Pustaka 1955-1956. Yang baginya, persahabatan yang terabadikan itu sangat mengesankan. Sampai beberapa dasa warsa kemudianpun masih bisa dirasakan dalam sajaknya berjudul “Surat Sahabat”, tersunting dalam kusajak Puisi, Kreasi nomor 11 1992: Baca lebih lanjut