TIGA PENYAIR DUNIA ( 2 )


Miguel De Unamuno Y Yugo
Lahir di Bilbao dan meninggal di Salamanca. Turunan bangsa Bask di utara Spanyol. Masa remaja sendiri dilukiskannya dalam riwayat hidupnya : “ Recuerdos de Niez y Mocedad “ (1908).Di thn 1901 jadi professor bahasa Yunani dan bahasa Spanyol di universitas Salamanca. Ia diberhentikan jadi rektor universitas Salamanca dan dibuang ke kekepulauan Kanari karena tidak setuju atas pemerintahan Primo de Rivera yang diktator.

Setelah pemerintahan itu jatuh, ia kembali ke Salamanca. Unamuno sangat benci korupsi dikalangan pemerintahan dan melakukan kupasan secara pidato, dan berupa tulisan di media cetak. Selanjutnya ia terkenal sebagai penyair, pengarang roman dan esai. Himpunan sajaknya : “ Poesias” (1907), “Rosario de sonetos liricos” (1911), “Niebla” (1914),”Abel Sanchez” (1917),”La Tia Tula” (1921), “El espeyo de muerte” (1925) dan “de Fuerteventura” (19250. Esainya : “Vida de Don Quiyote et Sanch” (1905),”L’agonie de Christianisme”, “Ensayos” (1916-1918), “De Sentimento tragico” (1921) Salah satu sajaknya :

APA HIDUPMU ITU, JIWAKU ?

Apa hidupmu itu, jiwaku, apa upahnmu?
hujan di telaga !
Apa hidupmu itu, jiwaku, apa biasamu ?
angin di angkasa !
Betapa ‘kan suci lagi, jiwaku, hidupmu ?
gelita di guha !
hujan di telaga !
angin di angkasa !
gelita di guha !
Menangis hujan dari langit dan awan …
angin adalah kesah yang tak kenal pamitan,
derita : gelagak hitam tak terhiburkan,
dan hidup : hujan dan gelap dan angin


Michel Angelo Buonarroti (1475-1564)
Lahir di Caprese ( Casentino ) dan meninggal di Roma.Keturunan bangsawan dari Florence. Penyair Itali, arsitek, pemahat patung dan pelukis. Michel Angelo punya wanita pujaannya Vittoria Colonna seorang penyair wanita di zamannya. Buah penya yang terpenting : Surat-surat peninggalannya serta sajak-sajaknya, yang jadi makin terkenal oleh terjemahan Rainer Maria Rilke. Salah satu sajaknya :

KEPADA TAMASSO DEI CAVALIERI

Kerna matamu aku melihat cahaya nikmat,
Yang tidak nampal lagi oleh mata sendiri
Dan waktu aku lumpuh, kuberanikan hati
Memikul beban, kerna yakin kakimu kuat

Aku yang tak bersayap, oleh sayapmu terangkat
Rohmu yang membukakan daku gerbang Firdausi
Kau sanggup bikin pipiku merah dan pasi
Panas di jusim dingin, kelu di tengah hangat

Dalam kemauanmu, bersemi kemauanku
Pikirku, dadamulah tempat asal-usulnya
Dan nafasmu berembus dalam tiap kataku

Nampaknya, imbangan bulan gelitalah aku
Yang nun diluhur, hanya tetangkap oleh mata
Semasih Surya meretunya dengan kemilau


Friedrich Wilhelm Nietzsche (1884-1900)
Ia lebih terkenal sebagai sastrawan dari pada seorang ahli pikir di Jerman. Dalam usia masih muda telah menjadi professor dalam filologi klasik di Basel, tetapi thn 1879 ia minta berhenti. Ia berpindah-pindah tempat karena kegelisahan jiwanya yang tak kunjung puas. Ia menghantam moral yang sudah bejat yang merajalela di kalangan masyarakatnya.Buku-bukunya yang terbit antara lain : “Unzeitgemasse Betrachtungen” (1973), “ Menschliches allzumenschliches”(1879-1889), “Morgenrote” (1881),”Die frochliche Wissenschaft “ (1882),”Yenseits von gut und bose” (1886),”Zur Genealogie der Moral” (1887),”Gotterdammerung (18890, DAN “Also sprach Zarathustra” yang dianggap sebagai hasil yang paling revolusioner dari simbolisme Jerman. Sajak-sajaknya tak banyak namun karena bentk yang anggun dan isinya yang dalam, ia menduduki tempat sebagai penyair lirik Jerman yang terbesar di zamannya. Sesudah ia menjadi gila pada tahun 1889 tidak ada lagi buku-buku yang dihasilkannya. Salah satu puisinya :

MENTARI SILAM

Hari hidupku !
Mentari silam
Sepuh emas meliput laut yang rata
Bukit batu panas bernafas; istirahlah d’atasnya :
Bagia, dalam nikmat tidur petang ?
Dalam cahaya hijau
Masih main-main bagia mendaki jurang nan jingga

Hari hidupku !
Senja telah di batas
Telah hampir padam nyala matamu
Telah mulai turun rinai tangis embunmu
Telah merata di laut putih :
Merahmu mesra
Nikmat bimbangmu yang penghabisan …

Dikutip oleh : Arsyad Indradi
Dari : Puisi Dunia 1 dan 2 disusun oleh : M.Taslim Ali
Penerbit : Dinas Penerbitan Balai Pustaka, Jakarta,1961.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: