TIGA PENYAIR DUNIA ( 4 )

Henriette Roland Holst

HR Hold

Penyair Belanda lahir di Noord Wijk Binnen ( 1869-1953), Direktur Akademi Kesenian di Amsterdam. Kumpulan sajaknya antara lain : Verzen in Terzinen (1895), De Nieuwe Geboorte (1903),De Vrouw in het Woud (1912). Himpunan sajaknya seperti Tusschen Tijd en Eeuwigheid (1928) dan Uit de Diepte (1946) terasa berbau mistik dan kemanusiaan. Salah satu puisinya :

Kenang Daku Dalam Doamu

Kenang daku di dalam doa !
Doa ada hikmahnya :
m’luncur datang seperti caya
lintas malam kita

Doa adalah pukiran,
diresapi mesra,
dipadu dalam iman
murni-lembut

Damainya : lembut-mengharu
menawar sepinya perih;
kenang daku dalam doamu
agar sembuh aku kembali

Arthur Rimbaud

Arthur Rimbaud

Penyair Perancis ini lahir di Charleville (1854-1891). Pada umur 15 tahun ia telah menggemparkan penyair-penyair di Paris dengan kumpulan sajaknya “Poesie”, “lluminations”,dan “Une Saison en Enfer” yang mencerminkan pandangan khayali, dramatis, fantasi, dan melankolis. Sajak-sajaknya bebas dan lincah, penuh asosiasi –asosiasi yang berpusat pada metafor. Rimbaud pelopor simbolik dan surrealis. Sajaknya yang tersohor adalah “Bateau ivre”. Salah satu sajaknya :

Pesta Lapar

Laparku, Anne, Anne
Lari di atas keledaimu

Jika aku lapar, hanyalah
Lapar bumi dan lapar batu
Ding! ding! ding! ding ! Santapan kita angin
Batu dan arang, besi

Hai lapar, balik kau. Lapar, makanlah
rumput padang suara !
Hiruplah racun pesta gila
dari daun semak;

Makanlah batu leburan tangan simiskin
Pintu gerbang gereja tua
Puntung hari kiamat
Roti lembah kelabu !

Laparku, sobekn angin malam
Udara bergema;
Itulah perutku, guruh itu,
O, malam

Tanam-tanaman di bumi lahir kembali;
Mencari buah magang
Kupetik dari lobang jejak
Sayur dan bunga viola

Laprku, Anne, Anne
Lari di atas keledaimu

Pederico Garcia Lorca

Federico Garcia Lorca

Penyair Spanyol ini lahir di Fuente Vaqueros (1899-1936).Juga pengarang drama. Sajaknya banyak dipengaruhi musik Zanggi.Dia penyair muda yang terkenal diantara penyair muda lainnya di Spanyol.Kumpulan sajaknya antara lain : “Labro de Poemas (1921),”Cansiones” (1927),”Romancero Gitano” (1928). Thn.1930 dia di Amerika melahirkan sajaknya “Oda el Rey de Harlem” yang diterbitkan oleh majalah “Alhambra”. Salah satu sajaknya :

Cordoba

Cordoba
Sayup-sayup dan sepi

Kudaku zanggi, bulan purnama
Dan buah zaitun di kantong pelana
Walau kukenal jarring jalannya
Berasa : tak lagi kucapai Cordoba

Memutus padang, menjuang angin
Kudaku zanggi, bulan purnama
Maut mengeram, mengintai di depan
Dari menara Cordoba

Wahai ! Amat panjangnya jalan !
Wahai, Zanggi, kuda perwira
Bila disergap muat di jalan :
Aib di mata gerbang Cordoba

Cordoba
Sayup-sayup dan sepi

Dari : Puisi Dunia I dan II
Balai Pustaka, 1953
Disusun oleh M.Taslim Ali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: