Tiga Penyair Dunia ( 5 )


Walt Whitman (1819-1892 )

Penyair Amerika.Ia memulai memunculkan sajak-sajak bebas modern. Banyak pengalaman hidup seperti menjadi : opas kantor, guru sekolah, redaktur, pembantu pendeta, tukang kayu, kusir kereta pos, penyalin dan jururawat. Ia merawat serdadu-serdadu yang luka dalam perang saudara di Amerika. Delapan tahun lamanya ia bekerja sebagaia klerk kantor pemerintah di Washington. Karena lumpuh ia berhenti. Buah penanya yang sangat terkenal : Leaves of Grass (1955), Out of Cradle Endlessly Rocking, dan Lilac Last in the Dooryard Bloomed. Whitman adalah seorang revolusioner, seorang berdarah pemberontak. Pengaruhnya dilapangan puisi berasa sampai di Eropah. Salah satu sajaknya :

SERUAN PENGHABISAN

Akhirnya, dengan mesra
Lepaslah aku di tanah
Dari tembok-tembok kubu kukuh,
Dan kertap gembok berantai-dari lindung pintu rapi tertutup

Lepas aku diam meluncur pergi ;
Dengan lembut sebagai kunci ; bukalah gembok-gembok dengan sehembus bisik
Bukalah pintu-pintu, o Ruh !
Dengan mesra ! jangan tergesa !
( Kuat peganganmu, daging fana !
Kuat peganganmu, o kasih ! )


Thomas Stearnes Eliot

Penyair bangsa Amerika dan kritikus. 1937 ia menjadi warga Negara Inggeris.Ia benci terhadap peradaban abad ke-20 yang dikuasai oleh kebendaan dan kehendak industri. Perasaannya itu dinyatakannya dalam sajak-sajaknya : Lagu Cinta Alfred Prufrock, Daerah Tandus dan Manusia hampa. Ia paling kecewa terhadap perang dunia pertama dan gagal dalam usaha mencari kebudayaan di Amerika Serikat.Himpunan sajaknya : Prufrock And Other Observations (1917), Poems (19200, The Waste Land (1922), The Hollow Man (1925), The Rock (1932), Collected Poems (1936), Burnt Norton (1941). Salah satu drama bersajaknya : Murder In The Cathedral (1935). Dan salah satu prosanya : Tradition And The ndividual Talent (1920). Salah satu sajaknya :

LEMBARAN-MALAM BOSTON

Para pembaca Lembaran-malam Boston
Berayun ditenga angina bagai padang tempat gandum bermasakan
Kala malam halus bersicepat din jalan,
Membangunkan lapar-hidup pada yang satu
Dan pada yang lain membawa Lembaran-malam Boston
Aku naiki anak tangga dan bunyikan lonceng, sambil jemu
berpaling, bagai seseorang berpalaing menganggukkan pamitan pada Rochefouncauld,
Jika jalan : waktu, dan dia di ujung jalan,
Dan aku berkata : “Sepupu Harriet, ini Lembaran-malam Boston”.


Giacomo Leopardi

Penyair Itali. Lahir di Recanati dan meninggal di Napoli.Masa remajanya ia tidak mendapatkan kasih sayag orang tuanya menyebabkan ia selalu murung dan suka pergi menyepi dan keperpustakaan. Sajak-sajaknya bernada sendu. Ia pembaharu pertama dari lirik Itali sesudah Petrarca dan ia pula menggunakan sajak-sajak bebas di Itali. Buah penanya :”All Italia” dan “ Supra un monumento di Dante” (1818), Idilli (1819) serta “Cantin” dan “ Pension” yakni sajak-sajak yang mencerminkan kasih saying. Pikiran Leopardi terutama berputar sekitar cinta dan maut. Salah satu sajaknya :

KEPADA KALBU SENDIRI

Kini tent’ramlah selanjutnya
Kalbuku lesu. Pupuslah angan-angan terakhir
Yang kekal kukira. Pupus lenyap
Lenyap bagi tipu-manis bagiku :
Tidak saja hasrat, bahkan pun harapan, Istirahlah
Kini seterusnya. Cukup lama
Engkau berdegup. Tak satu pun hidup yang pantas
Menggentar harumu, dan sedesah pun tak layak
Bumi dikeluhi
Biarlah ini
Putus asa penghabisan. Selain mati
Tiada lagi berkah Takdir bagi kita

Dikutip oleh : Arsyad Indradi
Dari : Puisi Dunia 2 Disusun oleh : M.Taslim Ali
Penerbit : Dinas Penerbitan Balai Pustaka, Jakarta,1961.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: