Lima Puisi Romantis Dari Facebook (3)

Ada Cinta Di Matamu
oleh Sri Handayani

” M ”
Kurajut helai benang gambar cerita
pada lembar Cruistik yang masih belum sempurna
di teras belakang rumahmu, dengan pohon jeruk menjadi saksi
bersanding kita pada naskah tak usai
seperti alunan suaramu, bersama ‘Aku milikmu’, Iwan Fals
yang pula selalu kau senandungkan

Dan selalu kulihat cinta di tatap mripatmu

Kutangkis binar itu dengan ego membumbung
sejenak lagumu terhenti
terdiam dalam tanya tanpa temu jawab
kutelusuri setiap polah, kata – katamu
kembali gitar kau rengkuh
pertanda kau tak punya kata pada cerita

Dan selalu kulihat cinta di tatap mripatmu

Ketika rinai berderai dan pekat menyekat teras belakang rumahmu
sandingan kita tanpa sengketa
cerita cinta tak tata pada kata
hanya lengan berlabuh di bahuku
ketika kita papahi setapak Debong menuju rumahku

Dan selalu kulihat cinta di tatap mripatmu

Telah kusebut Tegal lembah gelisahku
selalu ku hempas hembus resah nafas Debong
tajam tatap mripatmu, bahkan tiap kerjapnya penuh kata tak sepatah kau ucap
cintamu pun terperangkap pongah polahku

Dan selalu kulihat cinta di tatap mripatmu

Debong yang kering, nyatanya penjara sepi tak bising
bahkan aku hanyut dalam – dalam pada keriuhan tak ricuh
hampir ku abaikan matamu penuh cinta
hampir kuhanyutkan setiap denyut pada debar
hampir kubelenggukan setiap gebu pada rindu
namun cinta tanpa ucapan
membisu pada cerita
dari jauh terulur matamu mengusap hanjuku
ku tahu ada telaga indah di tiap kerjapnya
jauh di relungmu ku tahu taman Firdaus menanti singgahan
tetap saja pongahku pada serapah gelisah
sebegitu bias merebak pada tiap perjalanan
ku tak pasti, kau menanti
ada cinta di matamu

” M ”
kisah kita antara ada dan tiada
setiap episodenya serasa memasuki labirin keputusan
dan, senandungmu tak kadung ‘Maaf Cintaku’, Iwan fals
tak urung kau usung …

Bandung, 2010

Kuterima
oleh Tuditea Masditok

Sebuah gaun hitam tanpa tali di bahu
telah aku siapkan untuk menyambutmu
bahkan wewangian yang pernah engkau bingkiskan
telah siap aku kenakan
kucari detil yang masih tertinggal untuk memenuhi semua kesukaanmu
menjadi diri-sendiri di sisimu tidaklah pernah kuanggap penting
ya, sementara ini tidak penting

Sesuai waktu yang telah ditentukan kau dan aku bertemu
melempar senyum
menjabat hangat uluran tanganku
dan menarik kursi untuk siap kududuki
mulai mengatur nafas untuk mendengar suara datarmu
bercerita
meneguk minuman
memberikan suapan
jantungku nyaris seperti tertahan

jika kesempurnaan yang kau miliki menyamankan aku
rasanya tak sanggup aku untuk mengatakan
kuterima pinanganmu !

@77

Satu sembilan menginjak jalan
oleh Poncowae Lou

Satu sembilan menginjak jalan
: ibunya anakku Bagas Mario W

: Satu sembilan menginjak jalan lebih dari cukup dalam bercakap.. bercakar.. berlapang dan bertandang hati

Ning… dalam hening
Nong… dalam senyap
Ning… dalam hiruk
Gung… pepesti tan bisa selak

(gemujeng sa’rimbit kemelok jingga kelonan terasa guyub rukun)

Ning… tebarkan jala
Nong… guratan rasa
Ning… taburkan kasih dan cinta
Gung… menetas kebajikan yang terharap

Cucuk lampah membayang dalam kenang, dimana ada senyum yg menggapai hingga dinding talam pupus penuh makna

Saat sa’rimbit aling-aling blencong…
serengkuh biduk
seayun dayung setujuan… maunya!
; Buktinya?

segala onak itu ada,sayang
berliku terjal curam jalan hingga udara pengap penuh sesak dan menggigilnya geretak gigi beradu pandang. Pastikan badai tak garang.. menghantar di ufuk samudra
kerna
fajar ada di sini
berubah-ubahnya musim membuat sekoci sempat lepas biduk oleng.. terhempas
hampir kandas

sayang…
selama nahkoda tetap kau percaya
niscaya…
layar berkembang… biduk melaju perlahan-lahan
sampai
tujuan

~~~
Poncowae Lou
Tangerang, 13 Januari 2010-14:55

*) Semoga aku masih mampu menjadi nahkodamu, hingga ujung mimpi harapmu tercapai, sayang.
terima kasih atas kesabaranmu, menjadi belahan hatiku. walau kutahu, duka yang kau rasa kau nikmati senikmat rasa syukurmu atas berkah-Nya. (27/1/91)

Anggur di Cerlang Cintamu
oleh Rama Prabu

cawankah itu yang cerlang karena anggur
atau matahari terang menembus awan?*)
bening dalam denting
meranum merah dibatang lubang seruling

dari untai kata-kata
kita cari saja penawar selaksa duka
buku catatan dan coret merah di dada terbuka
kau cari, kau temukan soneta ribuan tahun
penanda cinta tetap berdiri diteras langkan
serambi padmasana, ruh jiwa seorang kalangwan

langgam waktu tak bisa kita tentu
tak bisa diburu beribu peluru
hatinya hanya dapat dibeli seikat cinta
sujud dan doa sebakti para pertapa

dan anggur itu, cerlang dibening cawan suci
dimana kita manampung bunga, mendirikan istana tepi jalan sunyi
menghiasnya dengan beribu mutiara
maka cari saja cahaya paling terang
dimana jiwa maha kasih bertumpu bayang
dimana dewar jadi penyimpan paling purna
bagi indah sembilan puluh sembilan nama

note:
*) puisi cawan anggur, fakhrudin iraqi
**)dewar itu labu kaca untuk menyimpan zat cair dalam temperatur tetap.
**)langkan itu serambi atau tempat meninjau
**) langgam itu gaya
**) padmasana itu tahta, singgasana

Bandung, 12 Januari 2011

sajak; kembang sepatu, begitu kuberi nama kenangan itu
oleh Tato A Setyawan

begitulah kita saling kenal
saling bersitatap
tak lama kemudian kita saling berjabat tangan

namaku, kembang sepatu, katamu
nama yg aneh menurutku
tapi, masa bodoh dengan namamu
karna indah wajahmu bahkan melebihi keindahan dari bunga dengan nama apapun

kembang sepatu
hai, tiba tiba aku mengingatmu
mengingat semua perihal dirimu

o ya, hal paling kuingat dari dirimu adalah senyummu
: menawan,
menawan dayahidup masa tuaku
kini!!

batulicin, 9 jan 2011
(untuk; istriku)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: