PUBLIKASI, DIALOG SASTRA DAN TEMU PENYAIR 3 KOTA

SAHDAN. Saat wisata budaya di Pulau Penyengat Kepulauan Riau dalam rangkaian Temu Sastrawan Indonesia III, usai kapal merapat di pelabuhan dan disambut wanita-wanita berkompangan memukul rebana, secara spontan saya (DAM) berseru “3 DIMENSI” (maksudnya 3 penyair berawalan huruf D–Diah Hadaning, DAM, dan D Kemalawati) sembari berjalan beriringan di antara batang-batang ilalang yang baru saja ditebang. Diah Hadaning mengerti maksud seruanku lalu berkata memaknai 3 D sebagai DETAK DALAM DJIWA, lalu D Kemalawati menyebutnya sebagai “sejarah” yang harus diabadikan. Kami bertiga di perjalanan wisata budaya itu lantas bersepakat untuk mengabadikan karya ke dalam sebuah buku, biar Lapena yang menerbitkannya. Nanti buku itu kita launching di Banda Aceh, Jambi,dan Jakarta.

Entah terpengaruh mantra, entah lantaran stamina saling mencinta, sesampai di Jambi dalam waktu 3 hari saya kirimkan email kepada D Kemalawati sebanyak 33 puisi sesuai kesepakatan dan kukasih pengantar singkat “telah kutunaskan dan kulunaskan: tunai”. Kiriman puisi saya ini rupanya serupa “tantangan menarik” ketika D Kemalawati langsung merespon, “kalau 33 puisi telah tersedia, aku lagi menyeleksi dan membuat puisi baru”, begitu katanya. Kepada Mbak Diah Hadaning kukirim SMS “Mbak telah kulunaskan kewajibanku setor 33 puisi, jika puisi-puisi mbak Diah sudah siap kirimkan ke emailku ya?”. Tak berapa lama, mungkin selang 2 minggu, mbak Diah Hadaning secara mengejutkan mengirim 33 puisi yang semuanya baru. Puisi-puisi mbak Diah Hadaning terinspirasi peristiwa dan pengalaman saat melakukan wisata budaya di Pulau Penyengat dan tentu saja terkait dengan “silaturahmi hati” melalui puisi.

Silaturahmi hati memang dapat dijembatani melalui puisi. Setiap penyair yang berawalan huruf “D” masing-masing telah menuliskan segenap perasaan, pikirannya, pengalamannya, dan harapannya di dalam puisi. Puisi yang terkumpul berjumlah 99 puisi. Buku kumpulan puisi ini oleh D Kemalawati diberi judul 3 DI HATI ( Diah Hadaning, Dimas Arika Mihardja, D Kemalawati). Jakarta, Jambi, Banda Aceh lalu bertemu dan saling bertamu. Launcing buku ini telah dilaksakan di Banda Aceh dengan sukses.Tercatat ada 8 karangan bunga ukuran besar sebagai ucapaan selamat. Wakil Wali Kota Banda Aceh (Illiza Saaduddin Djamal) turut membaca puisi di acara ini, menyediakan konsumsi, dan bahkan meminjamkan mobil sebagai sarana melakukan ziarah tsunami. Mobil ini lalu dinahkodai oleh Helmi Hass (suami D Kemalawati) mengantarkan Djazlam Zainal (dari Malaysia yang bertindak sebagai pembedah buku) dan saya melakukan ziarah budaya ke segenap pelosok Aceh.

MARET, DI KOTA KARET. Rencananya, 22 Maret 2011 buku 3 DI HATI (Lapena, 2010) ini dilaunching di kota karet, Jambi. Di Negeri Seribu Seloka yang berpijak pada filosofi “Adat bersendi syara’ syara’bersendikan Kitabullah” ini acara digelar di dua tempat. Tanggal 22 Maret 2011 pagi hingga siang/sore acara DIALOG SASTRA DAN TEMU PENYAIR  3 KOTA ini dihelat di Aula Rektorat Universitas Jambi. Acara ini akan diawali dengan launcing dua buku. Buku utama dan pertama berjudul 3 DI HATI yang memuat puisi Diah Hadaning (Jakarta), Dimas Arika Mihardja (Jambi), dan D Kemalawati (Banda Aceh) dan buku kedua sebagai pendamping berjudul KEPAK ANGSA PUTIH (karya mahasiswa peserta penulisan kreatif puisi dan DAM sebagai pengajarnya).Launching ini diselang-seling Pesta Puisi, menampilkan penyair Diah Hadaning, DAM, dan D Kemalawati serta beberapa perwakilan mahasiswa yang puisinya termuat dalam buku KEPAK ANGSA PUTIH.

Usai PESTA PUISI dilaksanakan talk show DIALOG SASTRA yang menghadirkan 3 penyair sebagai nara sumber dan 2 pembicara. Penyair Diah Hadaning, DAM, dan D Kemalawati diberi ruang untuk mengisahkan perjalanan kreatifnya selaku penyair. Sebagai pemicu pembicaraan dikemukakan 2 keras kerja yang membahas puisi-puisi yang terangkum dalam buku 3 DI HATI. Akan tampil Dr. Maizar Karim, M.Hum (Pakar sastra dan Pembantu Rektor III Universitas Jambi) dan Dr. Hary S. Harjono (Kritikus, penulis, peneliti) yang disertasinya terfokus pada kritik sastra. Acara dilanjutkan dengan silaturahmi dialogis terkait dengan dunia perpuisian. Acara di kampus ini rencananya juga mengundang sastrawan lain dan tentu saja sivitas akademika Universitas Jambi untuk turut menyemarakkan silaturahmi mata hati.

MALAM harinya, Taman Budaya Jambi siap menyambut kehadiran penyair tamu dengan menu lesehan penyair dan sambung rasa yang diwarnai atraksi seni. Apa saja yang akan ditampilkan dan susunan acara di Taman Budaya Jambi, saat ini sedang dipersiapkan. Tunggu tanggal mainnya, dan marilah bersama-sama menyukseskannya.

Salam DAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: